skip to Main Content

Cungkring Pak Jumat: Spot Kuliner Legendaris di Bogor Sejak 1975

Membahas soal makanan khas Bogor memang tidak pernah ada habisnya. Kota Hujan ini punya sederet kuliner legendaris, salah satunya adalah cungkring. Dari namanya saja sudah bikin penasaran bukan? Kali ini yuk simak ulasan lengkap tentang Cungkring Pak Jumat yang sudah dikenal sangat melegenda.

Baca juga : Tahu Campur Cak Gito: Tahu Campur dengan Rasa Otentik Sidoarjo!

Apa Itu Cungkring?

Foto oleh @enaaakenyang

Sebelum membahas Cungkring Pak Jumat, sudahkah Anda tahu apa itu cungkring? Kuliner lezat ini berisi jeroan sapi (biasanya yang digunakan adalah bibir dan otot kakinya) yang disajikan bersama lontong, kemudian dilumuri dengan bumbu kacang.

Nama cungkring sendiri tidak diberikan sembarangan lho! Ternyata cungkring diambil dari nama-nama bahan yang digunakan untuk membuatnya. Cungkring sendiri merupakan singkatan dari cungur (bibir) dan kaki garingan.

Berdiri Sejak 1975 dan Tak Pernah Sepi Pembeli

Foto oleh @jenzcorner

Cungkring Pak Jumat bertempat di kawasan Suryakencana yang terkenal sebagai salah satu sentra kuliner Bogor. Namun siapa sangka ternyata cungkring legendaris inilah yang menjadi pemicu berjamurnya pedagang kuliner di sepanjang jalan tersebut.

Sementara itu, sejarah Cungkring Pak Jumat juga sangat menarik. Cungkring ini sudah berjualan sejak tahun 1975 dan kini dikelola oleh generasi keempat. Awalnya cungkring ini dijual secara berkeliling, namun ketika Pak Jumat mewarisi dagangan dari sang ayah di tahun 1975, beliau memutuskan untuk berdagang di Jalan Suryakencana.

Usaha ini membuahkan hasil karena Cungkring Pak Jumat diserbu oleh pelanggan sehingga semakin banyak penjual yang berdagang di jalan tersebut. Meskipun sudah puluhan tahun, Cungkring Pak Jumat tidak pernah sepi dari pembeli lho!

Ludes Dalam Beberapa Jam

Foto oleh @warungbreakfast

Cungkring Pak Jumat memang buka dari pagi hingga sore hari. Namun banyaknya pelanggan yang ingin mencicipi seporsi cungkring lezat ini membuat menu tersebut langsung habis dalam beberapa jam saja! Ini karena kelezatan cungkring yang masih sangat khas walaupun sudah diturunkan selama empat generasi.

Seiring berjalannya waktu, isian cungkring pun juga semakin bervariasi. Tidak hanya bibir dan otot kaki saja, kini jeroan yang digunakan untuk cungkring juga termasuk kikil, urat, kuping, dan cingur. Penyajiannya pun juga ditambah dengan keripik tempe yang digoreng dengan sangat gurih.

Jeroan sapi dipotong kecil-kecil, kemudian dicampur dengan irisan lontong. Untuk sentuhan akhir, saus kacang yang kental disiramkan di atasnya. Saus kacang ini mirip dengan saus kacang sate, dengan perpaduan rasa manis, gurih, dan asin yang pas. Buat Anda si penyuka pedas, Anda bisa menambahkan sambal hijau yang sudah disediakan sesuai selera.

Tekstur jeroan yang kenyal berpadu sempurna dengan lontong yang empuk, ditambah dengan saus kacang kental dan keripik tempe renyah menciptakan sensasi yang tidak terlupakan. Jadi jangan heran kalau semua pelanggan Cungkring Pak Jumat selalu ingin kembali menikmati sepiring makanan lezat ini ya!

Harga Menu dan Jam Buka

Cungkring Pak Jumat buka mulai jam 7 pagi sampai jam 5 sore. Kapanpun Anda ingin menyantap cungkring, Anda bisa langsung mampir!

Namun sebaiknya Anda datang saat pagi hari karena cungkring yang sering ludes sebelum jam tutupnya tiba. Apalagi kalau Anda datang dari luar kota, jangan sampai kehabisan cungkring legendaris yang satu ini ya!

Bicara soal harga, cungkring yang dijual dari gerobak sederhana ini tidak akan menguras dompet Anda kok! Seporsi cungkring hanya dibanderol dengan harga Rp 20 ribu saja.