skip to Main Content

7 Jenis Lalapan Sunda, Mana yang Paling Enak?

Makanan khas Sunda memang tidak perlu diragukan lagi kelezatannya. Sejumlah menu yang tidak asing dijumpai ketika Anda mengunjungi restoran atau rumah makan Sunda antara lain adalah ikan goreng, ikan bakar, pepes ikan, pepes ayam, dan masih banyak lagi. Namun terlepas dari menu apa yang dihidangkan, lalapan berupa sayur dan buah segar tidak pernah absen.

Baca juga : 5 Siomay Terenak di Bogor yang Wajib Dicoba, Cocok untuk Maksi!

Sumber: Freepik

Lalapan atau yang dalam bahasa Sunda disebut lalab memang menjadi pendamping hidangan yang memberikan kesegaran tersendiri bagi penikmatnya. Menurut penelitian yang dilakukan oleh dosen di Universitas Padjajaran, kebiasaan mengonsumsi lalapan sudah dilakukan oleh masyarakat Sunda sejak abad ke-10.

Hal ini tidak lepas dari kepercayaan masyarakat Sunda bahwa konsumsi lalapan bisa membantu menjaga kesehatan kulit. Jenis lalapan yang disuguhkan pun juga beragam, mulai dari daun-daunan hingga umbi-umbian. Yuk, simak berbagai jenis lalapan Sunda yang bikin hidangan makin menggugah selera!

  1. Selada bokor dan kemangi

Tidak hanya di kawasan Sunda, kedua sayuran ini kerap dijumpai di berbagai daerah sebagai lalapan. Keduanya tidak hanya menambah kelezatan makanan, tetapi juga punya banyak manfaat kesehatan. Selada bokor sangat baik untuk melancarkan pencernaan, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan menjaga kesehatan mata. Sementara itu, kemangi dikenal punya kandung antioksidan tinggi yang ampuh melawan radikal bebas dalam tubuh.

  1. Daun singkong

Daun singkong tergolong jenis lalapan yang banyak dikonsumsi. Di dalamnya terdapat kandungan Daun singkong merupakan lalapan yang memiliki manfaat bagi kesehatan. Daun singkong mengandung vitamin A, vitamin C, dan serat yang baik untuk kesehatan mata, sistem kekebalan tubuh, dan pencernaan. Selain itu, daun singkong juga mengandung zat besi yang penting untuk pembentukan sel darah merah. 

  1. Daun pepaya

Satu lagi jenis lalapan yang banyak disukai dan juga jadi favorit masyarakat Sunda, yaitu daun pepaya. Daun pepaya juga punya manfaat kesehatan yang cukup signifikan lho! Kandungan enzim papain dapat membantu melancarkan pencernaan dan mengurangi peradangan dalam tubuh. Dengan metode pengolahan yang tepat, daun pepaya tidak akan terasa pahit di lidah kok!

  1. Daun mangga muda

Daun mangga memang kaku dan tidak bisa dikonsumsi. Namun daun yang masih sangat muda dan biasa ditemukan di ujung batang bisa dijadikan lalapan yang segar lho! Tekstur daun yang lembut dan rasa yang tawar berpadu sempurna dengan sambal pedas yang bisa dinikmati bersama menu utama.

  1. Terong

Terong bisa digolongkan sebagai lalapan buah. Jenis terong yang biasa digunakan adalah terong ungu dan terong terong hijau. Terong bisa dikonsumsi mentah atau digoreng dan punya rasa yang sama-sama enak. Terong bisa jadi lalapan yang kaya serat, antioksidan, dan vitamin yang baik untuk pencernaan dan sistem kekebalan tubuh.

  1. Nangka muda

Nangka muda, atau dikenal sebagai tongtolang nangka oleh masyarakat Sunda, adalah buah nangka yang masih muda dan baru tumbuh selama beberapa hari di pohonnya. Biasanya dipetik untuk memberi ruang bagi pertumbuhan nangka yang lebih optimal. Tongtolang sering dikonsumsi secara mentah, sehingga memberikan kesegaran dan cita rasa unik yang khas.

  1. Petai dan jengkol

Lalapan berikutnya yang jadi kesukaan masyarakat Sunda adalah peteuy (petai) dan jengkol. Kedua buah ini memiliki aroma yang khas dan sering digunakan sebagai lalapan. Petai dapat dimakan mentah baik yang sudah matang maupun yang masih muda, atau diolah dengan cara digoreng atau dibakar. Sedangkan jengkol biasanya hanya dikonsumsi dalam keadaan muda, dan jika sudah tua biasanya digoreng terlebih dahulu sebelum dimakan.

Selain lalapan di atas, masih ada jenis lalapan lain yang biasanya dihidangkan bersama masakan Sunda. Antara lain seperti tomat, mentimun, buah loa, leunca, dan takokak. Sementara itu, ada juga yang menggunakan kunyit dan kencur sebagai lalapan, meski sekarang sudah jarang dijumpai.