Apakah kamu sudah pernah berkunjung ke Bogor? Kota yang terkenal dengan julukan “kota hujan” ini memiliki cuacanya yang cenderung mendung dan bersuhu sejuk. Tidak mengherankan bila kota Bogor kerap menjadi destinasi favorit wisatawan khususnya dari ibukota yang suntuk dengan macetnya lalu lintas dan ingin ‘melarikan diri’ sejenak.

Terlepas dari kuliner dan lokasi wisata alam yang menjadikan Bogor terkenal, ternyata sejarah kota Bogor juga tidak kalah menarik, lho! Dengan memahami sejarahnya, kamu jadi lebih relate dengan beragam destinasi wisata yang ternyata berperan dalam membangun Bogor yang kita kenal sekarang. Bahkan mungkin kamu juga bisa mengunjungi beberapa lokasi yang menjadi awal mula kota Bogor! Yuk kita simak bersama.

Sejarah kota Bogor erat dengan perannya sebagai ibukota Kerajaan Pajajaran

pura hindu di kaki gunung salak
Pura Hindu (Sumber: RomaDecade)

Banyak yang meyakini bahwa memahami sejarah kota Bogor berarti membahas posisi Bogor sebagai Kota Pakuan, yaitu ibukota Kerajaan Pajajaran yang berada di Jawa Barat. Mengapa dinamakan Pakuan? Rupanya hal ini berkaitan dengan banyaknya pohon paku atau ‘pakujajar’.

Seorang peneliti kebangsaan Belanda yaitu K.F. Holle menemukan sebuah kampung bernama Cipaku yang dilintasi oleh sungai dengan nama yang sama. Menariknya, kampung ini benar-benar memiliki banyak pohon paku, lho!

Dalam naskah sejarah yang lain, rupanya pakuan juga berarti “pakwan” atau istana dalam bahasa Jawa Kuno. Sehingga Pakuan Pajajaran berarti istana yang berjajar. Keeratan Bogor dengan kerajaan Pajajaran juga disimbolkan dengan hari jadi Kabupaten dan Kota Bogor pada tanggal 3 Juni, dimana tanggal tersebut merupakan tanggal Prabu Siliwangi dinobatkan sebagai raja Kerajaan Pajajaran.

Namun ternyata, Bogor juga menjadi tempat berdirinya Kerajaan Tarumanegara!

Jauh sebelum Kerajaan Sunda seperti Pajajaran, rupanya Bogor menjadi tempat berdirinya Kerajaan Hindu Tarumanegara di abad ke-5. Hal ini disebabkan karena Bogor memiliki medan pegunungan yang mampu melindungi kerajaan dari ancaman serangan. Jika kamu melihat Bogor memiliki tanah yang subur dan alami, ternyata hal ini juga sudah dimanfaatkan oleh Kerajaan Tarumanegara, lho!

Menjadi salah satu destinasi favorit para Kolonial Belanda

gambaran kehidupan di masa kolonial
Gambaran kehidupan di masa kolonial (Sumber: RomaDecade)

Memasuki era modern, Bogor ternyata sudah dikenal sebagai tempat wisata terkenal sejak zaman penjajahan, lho! Para Kolonial Belanda menamai kota Bogor sebagai Buitenzorg atau yang berarti “tanpa kecemasan” atau “aman tenteram”. Hal ini dikarenakan Bogor memiliki suasana yang asri, lingkungan alam yang terjaga, serta menjadi pusat penelitian dan perkembangan ilmu pengetahuan. Ini diperkuat dengan adanya Kebun raya Bogor yang saat itu menjadi pusat penelitian tanaman.

Pada tahun 1745, Istana Bogor didirikan seiring dengan pembangunan Jalan Raya Daendels. Bogor pun kemudian direncanakan sebagai tempat peristirahatan Gubernur Jenderal Belanda dan mulai mengembangkan wilayahnya.

Wah, ternyata Bogor sudah menjadi sebuah kota yang besar sejak zaman dahulu, ya! Tidak mengherankan bila Bogor memiliki wisata alam yang indah dengan beragam keunikan sejarah seperti Istana Bogor maupun Prasasti Batutulis. Nah jika kamu mampir ke Bogor, jangan lupa untuk membawa pulang Lapis Bogor Sangkuriang, ya! Dengan kombinasi bahan baku talas dan topping kekinian yang lezat, dijamin kamu akan selalu teringat pada keramahan kota Bogor. Mulai dari harga Rp18.000 saja, dapatkan Lapis Bogor Sangkuriang favorit kamu!


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Butuh bantuan?