Setelah minggu lalu kita mampir mengunjungi museum perjuangan tertua di Indonesia yaitu Museum Perjuangan Bogor, maka tidak ada salahnya untuk mengunjungi salah satu museum lainnya yang terdapat di Kota Bogor ini. Berlokasi tak jauh dari Kebun Raya Bogor yang begitu populer dan ramai, ada Museum Tanah. Bernasib sama dengan kebanyakan museum, museum di Kota Bogor ini tampak sepi dari pengunjung.

Dilihat dari kejauhan, museum ini tak terlihat seperti gedung yang menyimpan banyak benda bersejarah. Pepohonan rimbun yang daunnya sudah berguguran di sekitar museum menampilkan kesan bahwa museum ini seperti tidak tersentuh oleh perawatan. Museum Tanah, atau orang-orang sekitar lebih mengenalnya dengan sebutan Balai Penelitian Tanah, adalah salah satu museum di Kota Bogor. Museum yang terletak di Jl Ir H Juanda No 98 ini berada di sisi jalan raya. Hanya orang-orang yang sudah lama menempati daerah di sekitar situ dan yang memiliki keperluan tertentu saja yang mengetahui keberadaan museum ini.

Museum Tanah menampilkan jenis-jenis tanah serta batuan dan pasir yang mungkin tidak diketahui oleh kebanyakan orang. Museum dibangun sejak tahun 1905. Selain jenis tanah, museum menyimpan berbagai peralatan yang digunakan untuk meneliti tanah dan bebatuan.

Saat memasuki gedung yang cukup luas ini, pengunjung disambut peta eksplorasi tanah di Indonesia. Ada 4 ruangan yang digunakan untuk menampilkan beragam jenis tanah. Ruangan yang lain dipergunakan pula untuk rapat dan kegiatan para peneliti tanah se-Jabodetabek.

Jika dilihat dengan seksama, barang-barang di museum seperti tidak dirawat. Banyak kaca penutup tanah yang pecah, sarang laba-laba di sudut ruangan, debu halus yang menutupi kaca, dan suasana yang terkesan seram karena bangunan belum diperbaharui. Peta serta gambar keterangan tentang tanah sudah lusuh dimakan waktu.

Lantainya masih asli seperti saat museum ini pertama kali dibangun. Pintunya yang tinggi menjulang terbuat dari kayu jati asli, sangat kokoh menutupi dan melindungi barang-barang koleksi museum ini. Sepertinya hanya langit-langit ruangan dan cat saja yang diperbaharui pada bangunan tersebut.

Pengunjung hanya bisa berkeliling di bangunan pertama saja, karena barang – barang koleksi dari Museum Tanah ini sudah sebagian dipindahkan ke kantor pusat Balai Pustaka. “Bangunan ini diambil alih oleh Balai Pustaka untuk kemudian direnovasi agar terlihat lebih menarik”, ujar Amir, petugas keamanan Museum Tanah.

Balai Pustaka adalah pusat dari Balai Penelitian Tanah ini. Tempat tersebut jadi tempat sementara para karyawan dan beberapa benda dari Museum Tanah. Para karyawan, seperti tata usaha dan pemandu museum juga sudah pindah kantor ke Balai Pustaka di Jalan Tentara Pelajar, Cimanggu.

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, koleksi Museum Tanah ini tidak mendapat perlakuan khusus. Hanya saja menurut Amir, ada beberapa barang yang menjadi perhatian khusus bagi pihak keamanan museum. Beberapa batu khusus yang didatangkan dari berbagai daerah di Indonesia disimpan lebih aman dari sebelumnya. Menurut beliau, maraknya fenomena batu cincin yang sedang beredar di masyarakat menjadi perhatian bagi keamanan di Museum Tanah. Tetapi batu-batu tidak sampai, hanya rusak sedikit.

Museum Tanah juga jarang kedatangan pengunjung. Bisa dikatakan bahwa museum ini kalah pamor dari museum lain di Bogor, apalagi tidak jauh dari museum ini terdapat Kebun Raya Bogor dan Museum Etnobotani. Kedua tempat itu sering menjadi destinasi utama masyarakat ketika liburan di Bogor.

Museum ini milik pemerintah, maka tidak mengambil keuntungan yang besar. Maka dari itulah pengunjung tidak perlu mengeluarkan biaya lebih untuk bisa menikmati museum ini. Nah, traveler yang ingin mengetahui keberadaan tanah di seluruh Indonesia bisa datang berkunjung. Akses kendaraan yang cukup mudah juga membuat museum ini menjadi salah satu tujuan destinasi yang pantas untuk didatangi. Jika datang menggunakan kereta Commuter Line, hanya tinggal naik angkutan umum 02 dari depan Stasiun Bogor.

Kota Bogor juga memiliki banyak tempat yang menyimpan sejarah yang tak mungkin bisa terulang kembali. Seperti salah satunya Museum Tanah ini. Tidak banyak museum yang menyimpan benda bersejarah, terlebih dalam bentuk tanah. Museum Tanah layak dikunjungi dan bisa menginspirasi orang lain untuk mempelajari jenis-jenis tanah yang ada, terlebih di Tanah Air. Dan dengan renovasi yang akan dilakukan, semoga museum menjadi lebih tertata, sehingga lebih banyak pengunjung yang tertarik ke museum.

Author admin

More posts by admin

Leave a Reply