“Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah”, berikut adalah kutipan Ir. Soekarno yang sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Meninggalkan sejarah sama dengan melupakan jati diri bangsa.

Gagasan tersebutlah yang menginspirasi Lapis Bogor Sangkuriang untuk ikut andil dalam upaya mengenalkan sejarah khususnya kepada para generasi muda. Hal ini diwujudkan dalam kegiatan Company Social Responsibility (CSR) yang bertajuk “Mengisi Kemerdekaan Dengan Mengenal Sejarah Bersama Lapis Bogor Sangkuriang” di Museum Peta Bogor, acara ini turut mengundang Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) dan anak-anak jalanan dari Yayasan Mata Pena Kota Bogor.

Bapak Syafei selaku General Manager Lapis Bogor Sangkuriang berpendapat bahwa perlu adanya apresiasi terhadap perjuangan para tokoh kemerdekaan dalam aksi nyata. “Diundangnya para veteran karena mereka adalah pejuang yang telah membela tanah air, artinya kita sangat berterimakasih kepada mereka.” Ungkapnya.

Acara ini berlangsung dengan hikmat dan lancar. Beberapa perwakilan dari berbagai lembaga pun ikut serta dalam memberikan sambutan. Di antaranya adalah Bapak Syafe’i selaku General Manager Lapis Bogor Sangkuriang, Kepala Museum dan Monumen PETA yaitu Bapak Kapten Infanteri Hendra Firdaus, perwakilan dari lembaga Danpusdikzi Bogor yaitu Bapak Kolonel Jamalullael dan ketua dari lembaga LVRI yaitu Bapak Drs. H. Soewarno R.

“Menurut saya ini suatu ide yang paling bagus. Kami sendiri menyadari dari para veteran, bahwa dalam rangka penyebarluasan masalah sejarah bangsa kita ini sangat kurang. Jadi kalian mengadakan kegiatan ini menurut kami sangat tepat. Kami sangat menghargai ide dari Lapis Bogor dan mudah-mudahan kegiatan ini dapat berkesinambungan secara teratur.” pungkas H.M. Husni selaku anggota LVRI.

Lapis Bogor Sangkuriang

CSR Lapis Bogor Sangkuriang di Monumen & Museum Peta bersama YPMI, LVRI Danpusdizki

Anak-anak jalanan dari Yayasan Mata Pena pun mengaku senang bisa berkesempatan hadir dan melakukan tour museum serta mendengar pemaparan sejarah kemerdekaan RI yang dari ketua LVRI. Salah satunya adalah Tiara, anak jalanan yang kerap mengisi hari-harinya dengan mengamen dari toko ke toko di sekitar Bogor.

“Selalu pengen tahu tentang sejarah Indonesia. Seneng bisa ikut acara ini, jadi bisa tau semangat para pejuang dan proses kemerdekaan dulu gimana.” Ucap Tiara selepas acara berlangsung.

Drs. H. Soewarno R. selaku ketua LVRI pun menambahkan bahwa pengetahuan sejarah tidak hanya diwajibkan kepada generasi muda, tetapi kepada semua pihak.

“Acara ini bukan hanya untuk adek adek saja tetapi untuk tantara dan semua pihak, supaya ingat agar jalannya bisa lurus. Itu penting agar perjalanan bangsa kita tidak kehilangan arah.” Ungkapnya.

Acara ini pun ikut dimeriahkan oleh penampilan akustik dari anak jalanan Yayasan Mata Pena dengan menyanyikan lagu kemerdekaan “Hari Merdeka” bersama-sama. Selain itu, terdapat  penyerahan hadiah kepada lembaga LVRI sebagai bentuk apresiasi kepada para pejuang kemerdekaan, dan juga bantuan santunan kepada anak-anak jalanan dari Yayasan Mata Pena.

Acara ini bekerjasama dengan Museum Pembela Tanah Air (PETA) dan didukung oleh KISI FM, Barberos (Barber and Coffee Bus) dan The Botol Sosro.